Ribka dan Layla naik ke atas sumur seorang janda, Amira. Sara bertanya mengapa Layla terus membantu Amira. Dia dan anak-anaknya terus meminum air yang kotor dari sumur mereka dan jatuh sakit. Mereka dapat datang dan mendapatkan air bersih dari kota. Ribka berkata mereka dulu terbiasa begitu. Akan tetapi hal tersebut lebih susah. Kemudian Noura bertanya tentang arti Roh Kudus. Roh Kudus adalah perwujudan Allah. Walaupun mereka tidak dapat melihat-Nya. Dia berada di sana seperti angin. Noura berkata dia tidak merasakan-Nya setiap waktu. Tetapi Miriyam menunjukkan bahwa jika mereka merasakanNya setiap waktu mereka tidak akan mungkin menjalani hidup dengan keyakinan. Akan tetapi Dia selalu ada di sana. Ketika Miriyam berjalan dengan Ribka kembali menuju rumah Amira, mereka bercerita tentang bagaimana caranya menggambar air dari sebuah sumur yang bersih ato sebuah sumur yang kotor adalah suatu pilihan. Apapun keadaannya, orang dapat memilih apakah mereka mengikuti Roh atau mengikuti cara mereka sendiri. Sebagaimana halnya sumur, kita memilih di alam mana kita pergi. Kita mampu mengakui dosa kita saat ini yang kita sadari dan berterimakasih kepada Allah atas ampunanNya. Kemudian kita dapa memilih untuk menyerahkan kontrol hidup kita kepada Yesus dan bergantung padaNya, dengan keyakinan, pada Roh Kudus untuk mengisi kita dengan keberadaan dan kekuatanNya.